Entri yang Diunggulkan

Daftar TNI Tidak Pungutan Liar (Kisah Nyata 1)

Gambar
Banyak pertanyaan, pasti memenuhi benak setiap orang yang ingin mendaftar menjadi tentara? Seperti apakah? Harus bagaimanakah? Apa yang harus dilakukan? Apa saja yang perlu dipersiapkan?  Menyeberangi sungai dengan tali tiga, saat pendidikan militer di Pusdikkowad Lembang Bandung Padahal sesungguhnya, mendaftar tentara tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan banyak orang. Kadangkala memang, rumor beredar. Sehingga menyurutkan langkah beberapa orang untuk maju berkarir di Tentara Nasional Indonesia . Seperti pertanyaan ini, yang disampaikan dalam blog oleh seorang calon dokter, yang bercita-cita untuk menjadi seorang dokter di lingkungan TNI. “Apa yang harus saya lakukan? Karena informasi untuk masuk menjadi TNI dengan latar-belakang mahasiswa kedokteran sangatlah minim.” “Apalagi saya banyak mendengarkan desas-desus bahwa kalau ingin menjadi perwira TNI itu, haruslah mempunyai kerabat orang besar di TNI itu sendiri”. Demikianlah pertanyaan-pertanyaaan yang pada umumnya terd...

Pasukan Khusus Ahli Terjun Payung HAHO & HALO

Seperti pada artikel pertama, Pasukan Khusus menggunakan taktik tertentu untuk mencapai keberhasilan di palagan pertempuran. Mereka sangat ahli menguasai setiap detail prosedur operasional pasukan khusus. Seperti terjun payung dan menyelam. Terjun Payung teknik High Altitude High Opening  atau HAHO maupun teknik High Altitude Low Opening atau HALO.

Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026
(Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau)

Hal ini tampak pada peristiwa Penangkapan Gembong Narkotika Nicolas Maduro pada beberapa hari lalu (03/01/2026). Dunia dikejutkan dengan kejadian bersejarah ini, yang dilakukan oleh Delta Forces. Unit ini bermarkas di Fort Bragg, North Carolina.

Delta Force adalah salah satu unit militer paling elit di Amerika Serikat bahkan di dunia. Unit ini dibawah perintah Komando Operasi Khusus AD AS, bertanggungjawab kepada JSOC.

Unit ini terkenal juga dengan nama 1st Special Forces Operational Detachment-Delta atau Detasemen Operasional –Delta spesial Forces ke-1(SFOD-D). Peran dan tugas mereka adalah kontra-terorisme, penyelamatan sandera, sabotase, serangan dibelakang garis musuh, pengintaian, pelatihan unit negara lain. Mereka adalah unit Angkatan Darat Amerika Serikat yang khusus ditugasi melawan terorisme.

Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026
(Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau

Di Indonesia belum lama ini tampak dalam gambar penganugerahan istimewa diberikan kepada Pasukan Khusus Indonesia. Pada suatu upacara resmi, seperti dikutip dari medsos IG Puspen TNI.

Disebutkan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Kepada 155 prajurit TNI dalam sebuah upacara yang digelar di Timika, Papua Tengah, Jumat (02/01/2026).

Salah satu keahlian dasar pasukan khusus adalah Terjun Payung. Terjun payung merupakan metode yang handal dan paling cepat untuk pengiriman pasukan dan peralatan ke daerah musuh.


Dimana unsur kejutan dan reaksi cepat dapat menciptakan keunggulan militer di palagan pertempuran. Penerjunan menggunakan parasut yang tidak mudah dideteksi oleh musuh apalagi dalam pergerakan tim kecil. Seperti, saat parasut yang dengan mudah dikendalikan untuk menuju tempat terbuka dekat hutan terpencil dan menghilang dengan cepat diantara rimbunan pepohonan.

Terjun payung khusus dari ketinggian tinggi adalah teknik menghindari deteksi radar musuh. Pasukan khusus ini menggunakan masker oksigen, terjun mengandalkan instrumen pada malam gelap gulita, sambil berpedoman pada jarum kompas. Sebagian besar sistem radar tidak mampu mendeteksi tim kecil ini.

Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026
(Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau)

Namun, walaupun akhirnya peterjun yang terjun dari ketinggian tinggi dapat terdeteksi, penerjun mampu melayang menempuh jarak yang jauh, sehingga sangat sulit bagi musuh untuk menyasar para pasukan khusus ini di udara.

Masker oksigen sangat penting sebab di ketinggian yang tinggi, oksigen sangatlah tipis. Peralatan penyuplai oksigen sangatlah penting.

Penerjunan dari ketinggian tinggi memampukan tim pasukan khusus untuk terjun tanpa terdeteksi, dan kemudian bergerak dalam senyap di udara sampai jarak yang cukup jauh sebelum mendarat di permukaan bumi.

Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026
(Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau)

Teknik ini terkenal dengan singkatan HALO yakni High Altitude Low Opening. Penerjunan yang sangat lama, mencapai ketinggian sekitar 600 meter atau dua ribu kaki. Artinya peterjun ini dapat bergerak mendatar dengan jarak bermil-mil dari titik penerjunan sebelumnya.

Unit kecil yang terdiri dari empat Pasukan Khusus, berpegangan tangan di udara, sementara Komandan Regu menentukan arah berpedomankan kompas. Parasut yang mereka gunakan sangat mudah dikendalikan sehingga tepat mendarat di titik yang sudah ditentukan sebelumnya.

Tingkat kesulitan terjun payung adalah peralatan yang dibawa sangat terbatas selaku anggota pasukan, walaupun cuaca sedang dalam keadaan tenang. Pengisian ulang perbekalan dari Airdrop akan menyingkapkan keberadaan mereka. Sebab itu, operasi yang dijalankan oleh Pasukan Khusus sangatlah berbahaya.

Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026
(Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau)

Sedangkan, menjemput tim pasukan khusus dari zona operasi di akhir misi penerjunan memerlukan area yang cukup datar. Sebagai landasan darurat yang memungkinkan pasukan dapat berjalan mendekati titik lokasi penjemputan.

Lain halnya dengan Detasemen Jala Mangkara. Saat pasukan khusus ini terjun ke laut, mereka pertama-tama menjatuhkan perahu karetnya yang berisikan perlengkapan. Penulis pernah menyaksikan video rekaman pasukan Denjaka saat demo pada HUT TNI di Banten. Tampak perahu dijatuhkan dari pintu belakang pesawat Herky. Menurut Komandan Regunya, hal ini menggunakan teknik khusus agar perahu karet dapat tergelar di lautan. “Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami, tapi saya salut dengan kegigihan pasukan saya,” ujarnya kepada Penulis.

Begitu menyentuh air, pasukan membebaskan perahu dari parasutnya. Kemudian menggunakannya untuk menuju ke titik pendaratan pantai. Metode ini biasanya digunakan saat penyerangan pada kapal permukaan yang dibajak teroris.

Dengan terjun ke laut, pasukan khusus berada jauh dari jangkauan penyerangan musuh. Mereka tidak menjadi target sasaran musuh, sebab tidak terdeteksi. Denjaka mengenakan kaki katak untuk mempercepat lajunya di dalam air.

Demikian halnya dengan Latihan Praktis Terjun Perdana Siswa Kursus Para Dasar (Susparadas) TNI AU A-207 Tahun Anggaran 2026 di Lanud Sulaiman, Bandung, pada Selasa (06/01/2026).

Komandan Wing Pendidikan 800/ Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) Kolonel Pas (Pasukan) Harry Nugroho, S.Kom., M.Han., meninjau secara langsung pelaksanaannya.

Latihan ini menggunakan pesawat angkut Hercules yang mampu membawa pasukan dalam jumlah ratusan bahkan dengan kendaraan. Pada Susparadas kali ini dilakukan penerjunan Fixed-line. Pasukan ini mengoperasikan parasut konvensional. Mekanisme bukaan kanopi dikaitkan ke kabel di pesawat. Saat prajurit melompat, parasut terbuka secara otomatis. Metode operasional ini digunakan untuk menggelar pasukan berjumlah besar dengan cepat.

Indonesian Air Force Jumpers load up on a U.S. Air Force C-130 for a static line training mission June 29, 2012, at Halim AFB, Indonesia. Approximately 75 Airmen from the Indonesian Air Force are participating in Cope West 2012. Cope West is a week-long field training exercise for th U.S. and Indonesian Air Forces (DoD photo by Staff Sgt. Jonathan Snyder, US Air Force).

Artinya, semua pasukan mendarat di dalam zona penerjunan yang telah ditentukan sebelumnya. Tantangannya terletak pada ketinggian yang sangat rendah atau terjun payung statis.

Teknik penerjunan ini mengurangi waktu melayang di udara. Sebab, saat di udara itulah, pasukan penerjun sangatlah rentan diketahui dan ditembaki musuh dari darat. Penulis sambil membayangkan peristiwa pendaratan di Normandia, Prancis, terkenal dengan nama D-Day (06 Juni 1944).

Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026 ini dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan, sebagai wujud komitmen Wingdik 800/ Pasgat dalam mencetak prajurit-prajurit TNI Angkatan Udara yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis).

Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026
(Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau)

Dalam militer, terjun payung identik dengan operasi udara. Dibutuhkan pasukan yang disiplin fisik dan bermental baja. Sebab, pasukan khusus harus mengelola peralatan berat, menjaga posisi tubuh yang tepat, mendarat dengan aman, dan segera bersiap melaksanakan misi selanjutnya.

Terakhir, adalah seorang Jumpmaster yang sangat terlatih yang bertanggungjawab atas keselamatan dan pelaksanaan operasi udara ini. Tugasnya sangatlah penting bagi keberhasilan misi operasi udara.

Jumpmaster memeriksa prajuritnya dengan peralatannya. Mengendalikan secara satu persatu setiap peterjun yang akan keluar dari pesawat, memberikan aba-aba, dan memastikan jarak dan waktu yang tepat selama kegiatan penerjunan berlangsung.

Seorang Jumpmaster dari Batalyon 461 Pasgat inspeksi parasut sebelum latihan terjun sebagai bagian dari latihan Cope West 2012 di Lanud Halim Perdanakusuma (26/06/2012). Cope West adalah latihan angkut udara taktik secara bilateral. Untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan kedua AU. (Foto/Sgt Jonathan Snyder USAF).

Mereka sangatlah ahli dalam sistem parasut, prosedur pesawat, kondisi cuaca dan tindakan emergency. Di seluruh kesatuan militer, prajurit yang memperoleh kualifikasi Jumpmaster, adalah suatu tanda penting atas diri seseorang yang melambangkan kepemimpinan, ketelitian, serta akuntabilitasnya. Sebab, setiap nyawa penerjun bergantung pada Jumpmaster yang menjalankan tugasnya dengan PERFECTO! ****bersambung (Sumber: Ultimate Special Forces by Hugh McManners; Majalah Commando Indonesia; Sambutan Komandan Kodiklatau; IG Puspen TNI. Foto: Sgt Jonathan Snyder USAF; Pratu Ihsan Pen Wingdik 800/ Pasgat; Ltc Michiko Moningkey, sekarang menjabat Kasipusjarah Pen Kodiklatau).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar TNI Tidak Pungutan Liar (Kisah Nyata 1)

Seleksi Petembak TNI AU 2017

Women Peacekeepers = Wan TNI PBB UNIFIL 2009-2010