Daftar TNI Tidak Pungutan Liar (Kisah Nyata 1)
Psst.. writing by Michiko Moningkey is here! Michiko is the owner of this blog. Which is the way to explore my mind with writing, sharing many interesting experiences. So that why Michiko named this blog "All things are possible". That however small we may see ourselves, we can still dream big, and that nothing is impossible. That we can pursue any kind of dream we have, as long as we're not giving up, as long as we keep on trying, and as long as we're doing our best.
Seperti pada artikel pertama, Pasukan Khusus menggunakan taktik tertentu untuk mencapai keberhasilan di palagan pertempuran. Mereka sangat ahli menguasai setiap detail prosedur operasional pasukan khusus. Seperti terjun payung dan menyelam. Terjun Payung teknik High Altitude High Opening atau HAHO maupun teknik High Altitude Low Opening atau HALO.
![]() |
| Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026 (Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau) |
Hal ini tampak pada peristiwa Penangkapan Gembong Narkotika Nicolas Maduro pada beberapa hari lalu (03/01/2026). Dunia dikejutkan dengan kejadian bersejarah ini, yang dilakukan oleh Delta Forces. Unit ini bermarkas di Fort Bragg, North Carolina.
Delta Force adalah salah satu unit militer
paling elit di Amerika Serikat bahkan di dunia. Unit ini dibawah perintah
Komando Operasi Khusus AD AS, bertanggungjawab kepada JSOC.
Unit ini terkenal juga dengan nama 1st
Special Forces Operational Detachment-Delta atau Detasemen Operasional –Delta
spesial Forces ke-1(SFOD-D). Peran dan tugas mereka adalah kontra-terorisme,
penyelamatan sandera, sabotase, serangan dibelakang garis musuh, pengintaian,
pelatihan unit negara lain. Mereka adalah unit Angkatan Darat Amerika Serikat
yang khusus ditugasi melawan terorisme.
![]() |
| Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026 (Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau |
Di Indonesia belum lama ini tampak dalam
gambar penganugerahan istimewa diberikan kepada Pasukan Khusus Indonesia. Pada
suatu upacara resmi, seperti dikutip dari medsos IG Puspen TNI.
Disebutkan Panglima TNI Jenderal TNI Agus
Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin,
menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB). Kepada 155 prajurit TNI
dalam sebuah upacara yang digelar di Timika, Papua Tengah, Jumat (02/01/2026).
Salah satu keahlian dasar pasukan khusus
adalah Terjun Payung. Terjun payung merupakan metode yang handal dan paling
cepat untuk pengiriman pasukan dan peralatan ke daerah musuh.
Terjun payung khusus dari ketinggian tinggi
adalah teknik menghindari deteksi radar musuh. Pasukan khusus ini menggunakan
masker oksigen, terjun mengandalkan instrumen pada malam gelap gulita, sambil
berpedoman pada jarum kompas. Sebagian besar sistem radar tidak mampu
mendeteksi tim kecil ini.
![]() |
| Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026 (Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau) |
Masker oksigen sangat penting sebab di
ketinggian yang tinggi, oksigen sangatlah tipis. Peralatan penyuplai oksigen
sangatlah penting.
Penerjunan dari ketinggian tinggi memampukan
tim pasukan khusus untuk terjun tanpa terdeteksi, dan kemudian bergerak dalam
senyap di udara sampai jarak yang cukup jauh sebelum mendarat di permukaan
bumi.
![]() |
| Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026 (Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau) |
Unit kecil yang terdiri dari empat Pasukan
Khusus, berpegangan tangan di udara, sementara Komandan Regu menentukan arah
berpedomankan kompas. Parasut yang mereka gunakan sangat mudah dikendalikan
sehingga tepat mendarat di titik yang sudah ditentukan sebelumnya.
Tingkat kesulitan terjun payung adalah
peralatan yang dibawa sangat terbatas selaku anggota pasukan, walaupun cuaca
sedang dalam keadaan tenang. Pengisian ulang perbekalan dari Airdrop akan
menyingkapkan keberadaan mereka. Sebab itu, operasi yang dijalankan oleh
Pasukan Khusus sangatlah berbahaya.
![]() |
| Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026 (Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau) |
Lain halnya dengan Detasemen Jala Mangkara.
Saat pasukan khusus ini terjun ke laut, mereka pertama-tama menjatuhkan perahu
karetnya yang berisikan perlengkapan. Penulis pernah menyaksikan video rekaman
pasukan Denjaka saat demo pada HUT TNI di Banten. Tampak perahu dijatuhkan dari
pintu belakang pesawat Herky. Menurut Komandan Regunya, hal ini menggunakan
teknik khusus agar perahu karet dapat tergelar di lautan. “Hal ini menjadi
tantangan tersendiri bagi kami, tapi saya salut dengan kegigihan pasukan saya,”
ujarnya kepada Penulis.
Begitu menyentuh air, pasukan membebaskan
perahu dari parasutnya. Kemudian menggunakannya untuk menuju ke titik
pendaratan pantai. Metode ini biasanya digunakan saat penyerangan pada kapal
permukaan yang dibajak teroris.
Dengan terjun ke laut, pasukan khusus berada
jauh dari jangkauan penyerangan musuh. Mereka tidak menjadi target sasaran
musuh, sebab tidak terdeteksi. Denjaka mengenakan kaki katak untuk mempercepat
lajunya di dalam air.
Demikian halnya dengan Latihan Praktis Terjun
Perdana Siswa Kursus Para Dasar (Susparadas) TNI AU A-207 Tahun Anggaran 2026 di
Lanud Sulaiman, Bandung, pada Selasa (06/01/2026).
Komandan Wing Pendidikan 800/ Pasukan Gerak
Cepat (Pasgat) Kolonel Pas (Pasukan) Harry Nugroho, S.Kom., M.Han., meninjau
secara langsung pelaksanaannya.
Latihan ini menggunakan pesawat angkut
Hercules yang mampu membawa pasukan dalam jumlah ratusan bahkan dengan
kendaraan. Pada Susparadas kali ini dilakukan penerjunan Fixed-line. Pasukan
ini mengoperasikan parasut konvensional. Mekanisme bukaan kanopi dikaitkan ke
kabel di pesawat. Saat prajurit melompat, parasut terbuka secara otomatis.
Metode operasional ini digunakan untuk menggelar pasukan berjumlah besar dengan
cepat.
Indonesian Air Force Jumpers load up on a U.S. Air Force
C-130 for a static line training mission June 29, 2012, at Halim AFB,
Indonesia. Approximately 75 Airmen from the Indonesian Air Force are
participating in Cope West 2012. Cope West is a week-long field training
exercise for th U.S. and Indonesian Air Forces (DoD photo by Staff Sgt.
Jonathan Snyder, US Air Force).
Artinya, semua pasukan mendarat di dalam zona penerjunan yang telah ditentukan sebelumnya. Tantangannya terletak pada ketinggian yang sangat rendah atau terjun payung statis.
Teknik penerjunan ini mengurangi waktu
melayang di udara. Sebab, saat di udara itulah, pasukan penerjun sangatlah
rentan diketahui dan ditembaki musuh dari darat. Penulis sambil membayangkan
peristiwa pendaratan di Normandia, Prancis, terkenal dengan nama D-Day (06 Juni
1944).
Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU
Angkatan ke-207 TA 2026 ini dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan
dan keamanan, sebagai wujud komitmen Wingdik 800/ Pasgat dalam mencetak
prajurit-prajurit TNI Angkatan Udara yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional,
Unggul, dan Humanis).
![]() |
| Latihan praktis siswa Susparadas TNI AU Angkatan ke-207 TA 2026 (Foto Pratu Ihsan Pen Wingdik 800 Pasgat Kodiklatau) |
Dalam militer, terjun payung identik dengan
operasi udara. Dibutuhkan pasukan yang disiplin fisik dan bermental baja.
Sebab, pasukan khusus harus mengelola peralatan berat, menjaga posisi tubuh
yang tepat, mendarat dengan aman, dan segera bersiap melaksanakan misi
selanjutnya.
Terakhir, adalah seorang Jumpmaster yang
sangat terlatih yang bertanggungjawab atas keselamatan dan pelaksanaan operasi
udara ini. Tugasnya sangatlah penting bagi keberhasilan misi operasi udara.
Jumpmaster memeriksa prajuritnya dengan
peralatannya. Mengendalikan secara satu persatu setiap peterjun yang akan
keluar dari pesawat, memberikan aba-aba, dan memastikan jarak dan waktu yang
tepat selama kegiatan penerjunan berlangsung.
![]() |
Seorang Jumpmaster dari Batalyon 461 Pasgat inspeksi parasut sebelum latihan terjun sebagai bagian dari latihan Cope West 2012 di Lanud Halim Perdanakusuma (26/06/2012). Cope West adalah latihan angkut udara taktik secara bilateral. Untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan kedua AU. (Foto/Sgt Jonathan Snyder USAF).
Mereka sangatlah ahli dalam sistem parasut,
prosedur pesawat, kondisi cuaca dan tindakan emergency. Di seluruh kesatuan
militer, prajurit yang memperoleh kualifikasi Jumpmaster, adalah suatu tanda
penting atas diri seseorang yang melambangkan kepemimpinan, ketelitian, serta
akuntabilitasnya. Sebab, setiap nyawa penerjun bergantung pada Jumpmaster yang
menjalankan tugasnya dengan PERFECTO! ****bersambung (Sumber: Ultimate Special
Forces by Hugh McManners; Majalah Commando Indonesia; Sambutan Komandan Kodiklatau;
IG Puspen TNI. Foto: Sgt Jonathan Snyder USAF; Pratu Ihsan Pen Wingdik 800/ Pasgat;
Ltc Michiko Moningkey, sekarang menjabat Kasipusjarah Pen Kodiklatau).
Komentar
Posting Komentar