Selasa, 21 Juni 2016

Srikandi Udara Dalam Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2015



SRIKANDI UDARA DALAM LOMBA TEMBAK PIALA PANGLIMA TNI 2015

Oleh: Mayor (Sus) Michiko Sanra Moningkey
Jabatan : Kepala Perpustakaan Akademi Angkatan Udara Yogya

            Beberapa kali kejuaraan menembak digelar di kalangan militer Indonesia, posisi Srikandi udara masih jauh dari menggembirakan. Dalam banyak kejuaraan se-tingkat Mabes TNI, posisinya hanya sampai di urutan kedua.
Atlet Lomba Senapan saat tiba di kedudukan setelah berlari dari garis awal. Materi BISAM
 Tetapi, tidak semuanya seperti itu. Tidak semuanya menyerah pada keadaan. Walaupun sampai sekarang, prestasi dalam kejuaraan menembak tidaklah menambah nilai bagi perjalanan karir anggota Wara. Seperti prioritas untuk sekolah militer. 
 Setidaknya, ada beberapa Wara (Wanita Angkatan Udara) yang membuktikan bahwa mereka berani berjuang. Dan tidak pernah menyerah pada keadaan apapun.
Mayor (Sus) Michiko Sanra Moningkey berlatih bersama atlet lainnya
 Mereka mendedikasikan energi, waktu, pikiran dan segala daya upaya untuk meruntuhkan stereotipe ‘kemustahilan’. Saat mengikuti seleksi menembak dan latihan terpusat di Pusat Pendidikan dan Latihan Korps Pasukan Khas AU Bandung.
Srikandi udara yang lebih dikenal dengan nama Wara, mereka perempuan tangguh. Yang harus memiliki ketrampilan dasar militer. Yakni menembak minimal dengan menggunakan senjata jenis pistol kaliber 9 milimeter. 
Materi lomba untuk menembak senapan SO GPMG. Jenis senapan otomatis tanpa alat bantu optik
Hal ini telah menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Sebab menembak merupakan ketrampilan yang harus dimiliki oleh setiap prajurit. Baik menembak dalam rangka olahraga maupun menembak tempur. Kegiatan ini bersifat profesionalisme keprajuritan.
Wara sanggup melakoni pekerjaan yang beresiko tinggi seperti ini. Perempuan tangguh di bidang yang biasanya di dominasi kaum lelaki.
Mayor Pasukan Bambang saat mengulangi aturan yang diterima oleh semua kontingen
 Wanita-wanita ini bergelut di bidang yang membutuhkan “tenaga  lelaki”. Walaupun panas terik menyengat wajah di lapangan tembak. Berbedakkan debu lapangan tembak.
Lekat dengan bau amunisi. Jari-jemari kotor akibat minyak senjata. Telinga yang terbiasa dengan dentingan peluru. Mereka perempuan yang berani melintas batas. Menjadi segagah Srikandi abad perjuangan kemerdekaan.
Tim Atlet senjata GPMG pimpinan Serka Dwi Wahyu (AU) meraih medali perunggu total nilai 616
 Telegram Asops Kasau No. T/ 611/ 2015 tanggal 10 Juni 2015. Tentang perintah penyiapan atlet dalam rangka mengikuti Kejuaraan menembak Piala Panglima TNI 2015.
Telah menjadi dasar bagi beberapa Wara untuk melaksanakan seleksi di lapangan tembak Korpaskhas AU Bandung.
Selanjutnya Komandan Korps Pasukan Khas Angkatan Udara (Dankorpaskhasau) selaku Ketua Panitia Seleksi dan Pelatihan, memanggil seluruh petembak di jajaran TNI AU untuk diseleksi. 
Atlet SO lari menuju jarak 400 meter untuk tiarap melakukan penembakan
 Dan dibentuk menjadi tim kontingen TNI AU dalam rangka Lomba Tembak Piala Panglima TNI tahun 2015 berjumlah 40 personel. Demikian juga, untuk pembentukan tim tembak putri TNI AU. Seleksinya dilaksanakan selama dua hari (6-8 Juli 2015).
Sedangkan bagi petembak senapan pada saat seleksi sudah membawa senapan Gun Teleskop dari masing-masing satuan kerja. Ini untuk putranya.
Kegiatan administrasi, setiap atlet wajib melalui pemeriksaan beruntun
 Sedangkan untuk putri, Wara yang dipanggil untuk mengikuti seleksi berasal dari berbagai kesatuan. Mereka adalah Mayor (Sus) Michiko Moningkey dari Dinas Penerangan AU Jakarta. Lettu (Sus) Lia Aryani dari Dinas Informasi dan Pengolahan Data AU Jakarta.
Sertu Novieka M dari Komando Pemelihara Material AU Bandung. Sertu Dewi Inggrid dari Markas Komando Pasukan Khas AU Bandung. Selanjutnya, Sertu Tia Lufita dari Lanud Sulaeman Bandung.
Sertu Natalia Indah dari Disaeroau Jakarta. Sertu Ika Rivane dari Lanud Padang. Serta Serda Ulfa Arika dari Dinas Hukum AU Jakarta. 
Lomba menembak pistol putri stage satu di lapangan Kartika Cilodong
Dari seleksi ini diharapkan dapat diperoleh atlet tembak yang memenuhi kualifikasi. Dan mengikuti latihan terpusat di lapangan tembak Korpaskhas. Uji coba lapangan pada 3-4 Agustus.
Sedangkan lombanya itu sendiri, dilakukan di lapangan tembak Kartika Divisi I Kostrad TNI AD. Di Cilodong mulai 5-11 Agustus 2015, selama tujuh hari.
Sikap berdiri siap tembak. Senjata dipegang dengan posisi badan tidak bersandar pada benda
Akhirnya ada tujuh Wara yang lolos seleksi. Selanjutnya mengikuti latihan terpusat di Bandung. Mereka bekerja di sektor yang tidak lazim, yang sarat tantangan khas lelaki. Di antara mereka, ada juga yang menekuni olahraga menantang lainnya seperti terjun payung.
Nantinya mereka akan bersaing dengan delapan belas atlet Wanita TNI lainnya, untuk memperebutkan piala Panglima TNI tahun 2015.
Selama menembak dengan bergerak, peserta lomba tidak diperbolehkan mengubah sikap awal
Dan sambil membina kemampuan dan ketrampilan menembak. Diharapkan akan meningkatkan prestasi tim menembak bagi personel TNI AU.
Demikianlah, untuk membentuk petembak TNI AU yang baik dan berprestasi. Tentu saja  memerlukan latihan secara teratur, terencana dan secara berkesinambungan.
Hal ini pun diakui oleh semua ahli tembak di seluruh dunia. Bahwa tanpa latihan yang tekun tidak akan mungkin meraih hasil yang cemerlang. No Pain No Gain.
Menurut Koordinator Latihan, Kolonel Pasukan Wahyu Hidayat Sujatmiko, sasaran dari pelatihan bidang menembak ini adalah untuk mewujudkan sosok prajurit TNI AU. Yang memiliki kemampuan ketrampilan menembak yang maksimal. 
Tim Penilai sedang menilai hasil tembakan atlet senjata SO
Sehingga akan mampu mendukung pelaksanaan tugas dan mampu berprestasi. Dalam kejuaraan menembak. Baik yang dilaksanakan oleh TNI maupun internasional. Khususnya saat ini adalah untuk mengikuti Lomba Tembak tahun 2015.
Lomba Tembak Piala Panglima TNI ini, bersifat pembinaan profesionalisme keprajuritan. Diikuti oleh kontingen dari Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU.
Untuk tahun 2015, lomba tembak TNI merupakan program kerja Mabes TNI di bidang operasi khususnya bidang latihan.
Tim Lesan bekerja setelah giat penembakan selesai
Kejuaraan yang ada terdiri dari juara umum. Juga mencari juara beregu untuk tiap-tiap materi pertandingan. Serta juara perorangan untuk tiap materi.
Pihak penyelenggara menyediakan 36 medali untuk diperebutkan. Terdiri atas empat belas medali tersedia bagi individu, dan dua puluh dua untuk tim.
Penentuan juara umum adalah kontingen yang memperoleh indeks nilai tertinggi dari materi senapan. Juga dari pistol putra dan putri serta dari senapan SO.
Sedangkan materi eksekutif pistol perwira tinggi, tidak akan mempengaruhi penentuan juara umum. 
Saat persiapan pergerakan, peserta lomba harus pada posisi berdiri sesuai materi
Tentu saja, ada sasaran yang ingin dicapai dengan perhelatan ini. Sebab, selama beberapa tahun terakhir, nama tim tembak militer Indonesia sangatlah disegani dikalangan negara-negara Asia Pasifik. 
Letda Poltak menjuarai kejuaraan AASAM 2016 di Australia
 
AASAM 2016
 
AASAM 2016 di Australia

 
Indonesia menyabet hampir semua emas di AASAM 2016 Australia yang diikuti hampir seluruh negara di dunia

Hal ini terbukti dengan ucapan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat membacakan sambutan tertulisnya. Saat upacara pembukaan di komplek lapangan tembak dan olahraga Kartika Cilodong. Bahwa pertandingan ini adalah pusat domain atau olahraga untuk mengukur profesionalitas TNI sekaligus mengukur prestasi. 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membuka Lomba Tembak Piala Pang TNI 2015 di Cilodong
 Sedangkan dalam Lomba Tembak Piala Panglima TNI kali ini, materi lomba untuk menembak senapan SO/ GPMG (Jenis senapan otomatis tanpa alat bantu optik). Maupun pistol putra maupun putri adalah versi BISAM-11 tahun 2015. 
Atlet SO atau GPMG sesaat pose setelah lomba senjata
Namun seperti yang diutarakan oleh Lettu Sus Lia Aryani, salah satu peserta lomba, tahun ini pembinaan atlet seperti sistem kebut semalam. Waktu latihan yang sangat pendek. Perencanaan latihan yang kurang matang. Hal ini dapat saja mengurangi tingkat kesiapan atlet.
Kopka Hadidi Firdaus selaku pelatih di lapangan, membenarkan masih adanya kekurangan disana-sini namun tetap berusaha sekuat tenaga untuk meraih prestasi. Sebab kekurangan bukanlah alasan untuk mundur. Tetapi tetap berusaha untuk memperbaikinya.
Dimulai dari sikap pembawaan senjata menuju tempat penembakan. Senjata tetap diholster
Selama ini, yang terjadi adalah kekurangan waktu latihan sehingga tidak mampu untuk mencapai hasil yang maksimal. Perlengkapan seperti senjata harus peremajaan, karena sering macet. Dan yang paling ironisnya lagi akibat birokrasi yang panjang. Terjadi keterlambatan dana dukungan bagi kegiatan pelatihan terpusat. 
Berlari, tiba di batas jarak 30 meter dari sasaran, sikap menembak
Tetapi, di dalam kondisi seperti itu, ada sejumlah Wara yang berhasil melaksanakan tugas pelatihan dengan tekun. Mereka bekerja di dunia yang selama ini sepertinya hanya “milik” lelaki saja.
Di medan yang sungguh sulit. Tak segan untuk melintas batas. Mereka berani meruntuhkan stereotipe. Ditambah lagi, seleksi menembak tahun ini seiring dengan ibadah bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. 
Atlet Wanita dari Tim Petembak TNI AU siap-siap menembak sasaran
Pagi-pagi berkabut di udara Lanud Sulaiman Bandung, wanita-wanita berseragam lengkap. Siapakah mereka? Mereka ialah Srikandi udara mengenakan pakaian loreng TNI.
Ibu-ibu yang berhati baja, wanita-wanita yang perkasa. Mereka adalah cinta kasih yang bergerak ditengah kerasnya kehidupan di dunia ini.
Sikap posisi pantat tidak menyentuh tanah, menembakkan 6 butir peluru.
Berkumpul di lapangan tembak. Awal yang baik untuk memulai hari. Bersenda-gurau di bawah tenda hijau. Saling menyapa dan saling mendahului dalam memberi hormat.
Materi menembak yang awalnya agak sulit, menjadi suatu hal yang menyenangkan. Matahari semakin panas, semakin terasa tingkat tantangannya. Walaupun haus di tenggorokan, namun kerja harus tetap dilakukan. 
Sikap duduk, kaki kedua kaki dapat ditempatkan di depan titik tembak
Latihan dilakukan berkali-kali hingga masing-masing Wara dapat merasakan ritme latihan yang benar dan terbiasa. Batasan waktu tetap tegas diberlakukan.
Setiap koreksi dari pelatih menjadi hal yang patut disimak dengan serius. Setiap anggota dari tim petembak, harus belajar mengatasi kemacetan senjata dengan cepat.
Adaptasi dengan sikon latihan. Sebab stage 1 dan 2 menggunakan lapangan secara bergantian dengan tim senapan laras panjang. Juga memiliki keterbatasan waktu latihan menjelang pertandingan. 
Petembak pistol berlari sejauh lima puluh meter dari jarak 80 meter
Setiap petembak dituntut untuk menghafal letak magazen sebab ada banyak magazen peluru disandang saat beraksi. Ditambah lagi kekuatan magazen ada batasnya, sejak dibeli awal pertama hingga sekarang, belum tergantikan dengan yang baru. Sehingga perawatan mendetil menjadi prioritas utama.
Secara garis besar, petunjuk pelatih Kopka Hadidi Firdaus adalah, jika ingin yang terbaik, manfaatkan waktu latihan dengan sebaik-baiknya. Hal ini diakui pula oleh Kapten Pasukan R  Sandhika R Wijaya selaku Perwira Netral dari kontingen TNI AU.
Atlet berlari dlm materi lomba utk menembak jenis senapan otomatis tanpa alat bantu optik
Kemajuan Wanita Angkatan Udara bukan hanya bermakna bagi wanita itu sendiri, melainkan juga bagi kemajuan kemanusiaan secara keseluruhan.
Karya pengabdian mereka menjadi bukti teladan bagi anak-anaknya maupun di lingkungan kehidupan. Yang terpenting adalah hasil kerja mereka. 
Atlet putri memeriksa keamanan senjata selesai lomba tembak pistol putri
 Sesuai motto Wara yakni “Kanya Bhakti Sakti Sejati”. Artinya prajurit wanita yang mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dengan keahlian dan kemahiran yang dimilikinya.
Setelah melalui kompetisi yang sangat ketat, akhirnya hasil latihan berbuahkan prestasi. Hasil lomba match-7 pistol putri Stage-1,  Tim Petembak Putri kontingen TNI AD meraih juara pertama dengan nilai 666.
Diikuti oleh tim petembak putri kontingen TNI AL dengan jumlah total nilai 588. Dan ditutup oleh tim petembak TNI AU di posisi ketiga, dengan perolehan nilai 539.
Penandatangan hasil tembakan
 Juara perorangan untuk match-7 pistol putri Stage-1 adalah Serma Indah (KOWAD). Merebut medali emas dengan total nilai 182.
Medali perak atas nama Sertu Anisya Widyasari (KOWAD) dengan total nilai 162. Medali perunggu oleh Serda Carlelis (KOWAD), dengan total nilai 162.
Sedangkan untuk hasil stage-2 dalam Match-7 pistol putri adalah, juara 1 beregu diraih oleh kontingen TNI AD dengan total nilai 548.
Juara dua beregu diambil oleh Kontingen TNI AU dengan total nilai 524. Juara tiga beregu direbut oleh kontingen TNI AL dengan total nilai 469.
Piala Panglima TNI 2015 yang diperebutkan dalam Lomba Tembak di lap tembak Div 1 Kostrad Cilodong
Juara individu stage-2 adalah Serka Surgiati (KOWAD) dengan nilai 142. Selanjutnya juara dua diraih oleh Serda Natalia Indah P (WARA) dengan perolehan nilai 139. Juara tiga perorangan atas nama Sertu Anisyah Widya Sari (KOWAD) dengan nilai 138.
Untuk stage-3 dalam Match-7 Pistol Putri; juara individu direbut oleh Serda Carlelis (KOWAD) dengan perolehan nilai 194. Dalam kendali waktu sebanyak 57 detik.
Pose bersama Atlet Petembak Wanita TNI bersama panitia Lomba Tembak Piala Panglima TNI 2015
Juara kedua perorangan diikuti oleh Serma Indah (KOWAD) dengan nilai akhir 184. Dalam 62 detik. Serta juara ketiga oleh Sertu Indri (KOWAD) dengan meraih nilai tembakan 184 dalam kurun waktu 63 detik.***{Seluruh isi materi ini merupakan milik intelektual pribadi. Meniru dan menggandakan hal-hal yang dicantumkan dalam materi ini, diluar maupun tanpa seizin Penulis, merupakan pelanggaran hak intelektual dan dapat diproses  sesuai hukum yang berlaku}. 

Tidak ada komentar: