Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pending Emas

Entri yang Diunggulkan

Daftar TNI Tidak Pungutan Liar (Kisah Nyata 1)

Gambar
Banyak pertanyaan, pasti memenuhi benak setiap orang yang ingin mendaftar menjadi tentara? Seperti apakah? Harus bagaimanakah? Apa yang harus dilakukan? Apa saja yang perlu dipersiapkan?  Menyeberangi sungai dengan tali tiga, saat pendidikan militer di Pusdikkowad Lembang Bandung Padahal sesungguhnya, mendaftar tentara tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan banyak orang. Kadangkala memang, rumor beredar. Sehingga menyurutkan langkah beberapa orang untuk maju berkarir di Tentara Nasional Indonesia . Seperti pertanyaan ini, yang disampaikan dalam blog oleh seorang calon dokter, yang bercita-cita untuk menjadi seorang dokter di lingkungan TNI. “Apa yang harus saya lakukan? Karena informasi untuk masuk menjadi TNI dengan latar-belakang mahasiswa kedokteran sangatlah minim.” “Apalagi saya banyak mendengarkan desas-desus bahwa kalau ingin menjadi perwira TNI itu, haruslah mempunyai kerabat orang besar di TNI itu sendiri”. Demikianlah pertanyaan-pertanyaaan yang pada umumnya terd...

Pending Emas (Karya Saduran)

Gambar
Di kalangan generasi muda abad modern ini, masih adakah yang mengetahui kisah gadis Pending Emas ? Bahkan mungkin dikalangan wanita militer saat ini, tidak pernah menyadari. Ada pelaku sejarah yang memperoleh penghargaan khusus dari Presiden Republik Indonesia. Dan pribadi itu adalah seorang wanita yang bernama Harlina (berubah nama menjadi Herlina ). Wanita pertama yang mendarat di Irian Barat . Oleh Presiden RI selaku Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat, dianugerahkan pending emas seberat setengah kilogram.            Sebentuk penghargaan atas perjuangannya dalam pembebasan Irian Barat (sekarang Papua Barat ) pada tahun 1961. Dan atas perjuangannya itu, kemudian pada 2 Maret 1963 Herlina mengenakan pakaian hijau. Selanjutnya mengikuti latihan militer sebagai calon Kowad ( Korps Wanita TNI Angkatan Darat ). Sebab sejak awal keikutsertaannya dalam perjuangan pembebasan Irian Barat, Herlina selalu saja dan tanpa sen...