Daftar TNI Tidak Pungutan Liar (Kisah Nyata 1)
Psst.. writing by Michiko Moningkey is here! Michiko is the owner of this blog. Which is the way to explore my mind with writing, sharing many interesting experiences. So that why Michiko named this blog "All things are possible". That however small we may see ourselves, we can still dream big, and that nothing is impossible. That we can pursue any kind of dream we have, as long as we're not giving up, as long as we keep on trying, and as long as we're doing our best.
Tahukah Pembaca, nyawa Komandan Regu (Danru) berada di tangan anak-buahnya. Dalam setiap pergerakan beregu atau patroli militer standar di medan pertempuan, prajurit peninjau atau pengintai (Point Man) selalu berada dalam posisi terdepan. Tugasnya, mengamati medan depan, mendeteksi ancaman, membaca jejak dan menentukan jalur pergerakan.
Memang biasanya, fluktuatif, posisi Komandan
Regu dapat saja berada setelah peninjau. Ataupun berada di tengah-tengah formasi
regu diikuti personel senjata khusus. Ingat, Danru selalu melekat dengan operator
radio (Radioman/ RTO).
![]() |
| Atraksi Semata PK TNI AU Khusus Pasukan A91 & Sejursarta Khusus Pasukan A57 bertempat di Lapangan Jingga Mako Korpasgat, Lanud Sulaiman, Bandung. Selasa (30/12/2025) Foto Prt Ihsan |
Terbayangkan, jenis radio militer yang
digunakan saat itu sebesar gerigen air ukuran besar. Bagus untuk membentuk bahu
dan punggung yang tegak! Gunanya Radioman dekat selalu dengan Komandan Regu
agar dapat berkomunikasi dengan pusat kendali komando.
Dan ibarat catur, dua aspek yang sangat
penting adalah menyerang raja lawan sekaligus MENJAGA raja sendiri tetap aman
dan terlindungi. Contoh jika pemimpin diciduk musuh, negara bisa gagal. Seperti
yang terjadi belum lama ini Presiden Venezuela Maduro diciduk oleh pasukan
elit-nya Amerika Serikat, sebab terindikasi sebagai penggerak narkotika dunia
dan selalu meracuni negara adidaya itu. Uang kertas negara Venezuela tidak ada nilainya lagi.
Kemudian prajurit medis atau teknisi, formasinya di tengah atau di belakang.
Terakhir, pengaman belakang atau anggota terakhir dalam formasi beregu.
Bahkan, bagi Pasukan Khusus modern
seperti British Special Air Service (SAS) tim-nya hanya terdiri dari empat
orang. Alasan baiknya, jika seorang terluka, dua orang dapat bergantian
membopongnya, sementara itu, personel yang keempat akan memimpin kelompok.
Itulah yang dinamakan “buddy system”. Sesama prajurit mengenal rekannya dengan
kedekatan yang erat dan sangat baik, saling bekerjasama dan saling melindungi.
Berpasangan dalam operasi. Setiap orang mendukung yang lainnya dan mereka
bekerja bersama sepanjang misi.
Sebaliknya, Komandan Regu akan
bertanggungjawab dan memiliki wewenang untuk memastikan bahwa regu yang
dipimpinnya siap bertempur. Kewenangannya memastikan para anggota regunya
bersih, cukup makan, dalam kondisi kesehatan yang prima.
Cukup istirahatnya, lengkap dengan senjata yang bersih dan siap untuk digunakan. Bekal amunisi masing-masing personel penuh, dan semua perlengkapan berfungsi dengan baik.
Demikianlah, bagi suatu angkatan bersenjata,
kelahiran sejumlah besar pasukan sangatlah penting.
Di penghujung tahun 2025, Komandan Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara atau Dankodiklatau. Marsdya TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A., melantik 697 Prajurit Muda Khusus Pasukan.
Tepatnya, pada upacara penutupan pendidikan,
pelantikan, dan penyumpahan prajurit. Semata PK TNI AU Khusus Pasukan angkatan
ke-91 dan Sejursarta Khusus Pasukan angkatan ke-57. Tahun anggaran 2025,
bertempat di Lapangan Jingga Mako Korpasgat, Lanud Sulaiman, Bandung. Selasa
(30/12/2025).
Siswa terbaik untuk Pendidikan Semata PK TNI
AU Khusus Pasukan Angkatan Ke-91 diraih oleh Prajurit Siswa Muhammad Zulfikar.
Sedangkan siswa terbaik Pendidikan Sejursarta Khusus Pasukan Angkatan Ke-57
diraih oleh Prajurit Siswa Muhammad Achwa Raka.
![]() |
| Marsdya TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A., melantik 697 Prajurit Muda Khusus Pasukan. |
Komandan Kodiklatau katakan kekuatan pasukan yang baru lahir ini berasal dari kerja keras, disiplin tinggi, ketahanan fisik, serta mental baja.
Selanjutnya, dari ratusan prajurit muda ini
akan diciptakan prajurit khusus yang handal, melalui seleksi berikutnya. Sebab,
organisasi dan metode yang digunakan untuk unit-unit pasukan khusus di medan
pertempuran sangat berbeda dengan yang digunakan oleh pasukan konvensional.
Pasukan
Khusus menggunakan taktik tertentu untuk mencapai keberhasilan di palagan
pertempuran. Mereka sangat ahli menguasai setiap detail prosedur operasional
pasukan khusus. Seperti terjun payung dan menyelam.****bersambung (Sumber: Berita
Pen Kodiklatau; Ultimate Special Forces by Hugh McManners; Majalah Commando
Indonesia; Sambutan Dankodiklatau. Foto: Pratu Ihsan; Ltc Michiko Moningkey; Jonathan
Snyder USAF).
Komentar
Posting Komentar