Entri yang Diunggulkan

Daftar TNI Tidak Pungutan Liar (Kisah Nyata 1)

Gambar
Banyak pertanyaan, pasti memenuhi benak setiap orang yang ingin mendaftar menjadi tentara? Seperti apakah? Harus bagaimanakah? Apa yang harus dilakukan? Apa saja yang perlu dipersiapkan?  Menyeberangi sungai dengan tali tiga, saat pendidikan militer di Pusdikkowad Lembang Bandung Padahal sesungguhnya, mendaftar tentara tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan banyak orang. Kadangkala memang, rumor beredar. Sehingga menyurutkan langkah beberapa orang untuk maju berkarir di Tentara Nasional Indonesia . Seperti pertanyaan ini, yang disampaikan dalam blog oleh seorang calon dokter, yang bercita-cita untuk menjadi seorang dokter di lingkungan TNI. “Apa yang harus saya lakukan? Karena informasi untuk masuk menjadi TNI dengan latar-belakang mahasiswa kedokteran sangatlah minim.” “Apalagi saya banyak mendengarkan desas-desus bahwa kalau ingin menjadi perwira TNI itu, haruslah mempunyai kerabat orang besar di TNI itu sendiri”. Demikianlah pertanyaan-pertanyaaan yang pada umumnya terd...

Taukah Kau, Komandan Regu selalu Dilindungi Anak Buahnya!

Tahukah Pembaca, nyawa Komandan Regu (Danru) berada di tangan anak-buahnya. Dalam setiap pergerakan beregu atau patroli militer standar di medan pertempuan, prajurit peninjau atau pengintai (Point Man) selalu berada dalam posisi terdepan. Tugasnya, mengamati medan depan, mendeteksi ancaman, membaca jejak dan menentukan jalur pergerakan.

Memang biasanya, fluktuatif, posisi Komandan Regu dapat saja berada setelah peninjau. Ataupun berada di tengah-tengah formasi regu diikuti personel senjata khusus. Ingat, Danru selalu melekat dengan operator radio (Radioman/ RTO).

Atraksi Semata PK TNI AU Khusus Pasukan A91 & Sejursarta Khusus Pasukan A57 bertempat di Lapangan Jingga Mako Korpasgat, Lanud Sulaiman, Bandung. Selasa (30/12/2025) Foto Prt Ihsan

Terbayangkan, jenis radio militer yang digunakan saat itu sebesar gerigen air ukuran besar. Bagus untuk membentuk bahu dan punggung yang tegak! Gunanya Radioman dekat selalu dengan Komandan Regu agar dapat berkomunikasi dengan pusat kendali komando.

Dan ibarat catur, dua aspek yang sangat penting adalah menyerang raja lawan sekaligus MENJAGA raja sendiri tetap aman dan terlindungi. Contoh jika pemimpin diciduk musuh, negara bisa gagal. Seperti yang terjadi belum lama ini Presiden Venezuela Maduro diciduk oleh pasukan elit-nya Amerika Serikat, sebab terindikasi sebagai penggerak narkotika dunia dan selalu meracuni negara adidaya itu. Uang kertas negara Venezuela tidak ada nilainya lagi.

Kemudian prajurit medis atau teknisi, formasinya di tengah atau di belakang. Terakhir, pengaman belakang atau anggota terakhir dalam formasi beregu.

Bahkan, bagi Pasukan Khusus modern seperti British Special Air Service (SAS) tim-nya hanya terdiri dari empat orang. Alasan baiknya, jika seorang terluka, dua orang dapat bergantian membopongnya, sementara itu, personel yang keempat akan memimpin kelompok. Itulah yang dinamakan “buddy system”. Sesama prajurit mengenal rekannya dengan kedekatan yang erat dan sangat baik, saling bekerjasama dan saling melindungi. Berpasangan dalam operasi. Setiap orang mendukung yang lainnya dan mereka bekerja bersama sepanjang misi.

Sebaliknya, Komandan Regu akan bertanggungjawab dan memiliki wewenang untuk memastikan bahwa regu yang dipimpinnya siap bertempur. Kewenangannya memastikan para anggota regunya bersih, cukup makan, dalam kondisi kesehatan yang prima.

Cukup istirahatnya, lengkap dengan senjata yang bersih dan siap untuk digunakan. Bekal amunisi masing-masing personel penuh, dan semua perlengkapan berfungsi dengan baik.

Demikianlah, bagi suatu angkatan bersenjata, kelahiran sejumlah besar pasukan sangatlah penting.

Kobaran api saat atraksi siswa pada penutupan pendidikan Semata PK TNI AU Khusus Pasukan A91 & Sejursarta Khusus Pasukan A57. TA 2025 di Lapangan Jingga Mako Korpasgat, Lanud Sulaiman, Bandung. Selasa (30/12/2025) Foto Pratu Ihsan

Di penghujung tahun 2025, Komandan Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara atau Dankodiklatau. Marsdya TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A., melantik 697 Prajurit Muda Khusus Pasukan.

Tepatnya, pada upacara penutupan pendidikan, pelantikan, dan penyumpahan prajurit. Semata PK TNI AU Khusus Pasukan angkatan ke-91 dan Sejursarta Khusus Pasukan angkatan ke-57. Tahun anggaran 2025, bertempat di Lapangan Jingga Mako Korpasgat, Lanud Sulaiman, Bandung. Selasa (30/12/2025).

Siswa terbaik untuk Pendidikan Semata PK TNI AU Khusus Pasukan Angkatan Ke-91 diraih oleh Prajurit Siswa Muhammad Zulfikar. Sedangkan siswa terbaik Pendidikan Sejursarta Khusus Pasukan Angkatan Ke-57 diraih oleh Prajurit Siswa Muhammad Achwa Raka.

Marsdya TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A.,
melantik 697 Prajurit Muda Khusus Pasukan.

Komandan Kodiklatau katakan kekuatan pasukan yang baru lahir ini berasal dari kerja keras, disiplin tinggi, ketahanan fisik, serta mental baja.

Selanjutnya, dari ratusan prajurit muda ini akan diciptakan prajurit khusus yang handal, melalui seleksi berikutnya. Sebab, organisasi dan metode yang digunakan untuk unit-unit pasukan khusus di medan pertempuran sangat berbeda dengan yang digunakan oleh pasukan konvensional.

Dari mereka inilah akan lahir prajurit ampuh yang penuh keberanian ketika mereka diperintahkan untuk menyelesaikan krisis yang kelihatannya mustahil dihadapi. Pasukan khusus harus benar-benar mengandalkan diri sendiri untuk jangka waktu yang cukup lama.

Pasukan Khusus menggunakan taktik tertentu untuk mencapai keberhasilan di palagan pertempuran. Mereka sangat ahli menguasai setiap detail prosedur operasional pasukan khusus. Seperti terjun payung dan menyelam.****bersambung (Sumber: Berita Pen Kodiklatau; Ultimate Special Forces by Hugh McManners; Majalah Commando Indonesia; Sambutan Dankodiklatau. Foto: Pratu Ihsan; Ltc Michiko Moningkey; Jonathan Snyder USAF).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar TNI Tidak Pungutan Liar (Kisah Nyata 1)

Seleksi Petembak TNI AU 2017

Women Peacekeepers = Wan TNI PBB UNIFIL 2009-2010